TIPOLOGI RUMAH TRADISIONAL KAMPUNG WANA DI LAMPUNG TIMUR

Ani Rostiyati

Abstract


Abstrak

Tipologi rumah tradisional Kampung Wana merupakan gambaran mengenai bentuk, denah, tata ruang yang tercermin melalui kebudayaan masyarakat Kampung Wana terhadap lingkungan alam dan sosialnya. Dalam konteks itu, tipologi rumah tradisional di Kampung Wana terkandung aspek kosmologis berupa adaptasi terhadap lingkungan alam dan nilai-nilai yang memiliki makna sebagai pengatur kehidupan masyarakat untuk menciptakan tertib sosial. Namun, dalam perkembangan teknologi dan kemajuan zaman bukan tidak mungkin arsitektur rumah tradisional khususnya mengenai tipologi dan bentuk rumah tersebut mengalami perubahan, jika demikian bagaimana prospek tipologi rumah tradisional pada masyarakat di Kampung Wana ke depan manakala mereka tetap bertahan, ataupun sebaliknya, bagaimana mereka merespon perubahan itu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan merupakan penelitian etnografi. Bila dilihat dari kedalaman analisisnya, maka jenis penelitian bersifat deskriptif, yakni menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematik sehingga dapat lebih mudah untuk dipahami dan disimpulkan. Penelitian deskriptif menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta mengenai populasi atau bidang tertentu, dalam hal ini tentang tipologi arsitektur rumah tradisional pada masyarakat Kampung Wana. Adapun pengambilan data melalui observasi, wawancara mendalam pada sejumlah informan, dan studi pustaka. Untuk pengambilan gambar, dilakukan foto dan membuat sketsa atau denah rumah.

 

Abstract


The typology of traditional house of Kampung Wana is the image of shape, plans, and lay-out depicted through the culture of Kampung Wana society towards their natural and social environment. They contain cosmological aspects such as adaptation to the natural environment and the values that control the lives of the people in creating social order. However, the development of technology and the progress of the times have given way to changes in the architecture of Kampung Wana’s traditional houses. Would they be preserved or how do they endure in such changes? The author conducted qualitative approach and this is an ethnographic research. From the depth of the analysis this is a descriptive research that is analyzing and presenting data systematically in order to make it easy to be understood and to be concluded. Descriptive research describes facts concerning certain population or field systematically andaccurately. Data were obtained through observation, in-depth interviews with a number of informants and bibliographic study as well. The author also took picture and made sketches of the house plans.


Keywords


tipologi, rumah tradisional, Kampung Wana, typology, traditional houses, Kampung Wana.

Full Text:

PDF

References


DAFTAR SUMBER

Buku Dagur, Antony Bagul. 1997. Kebudayaan Manggarai Sebagai Salah Satu Khasanah Kebudayaan Nasional, Surabaya:Ubhara Press. Djafar. Hasan, dan W. Anwar Falah. 1995. Prasasti Batu Dari Sumber Hadi Daerah Lampung Tengah (Suatu Informasi). Dalam Jurnal Penelitian Balar No. 1 Ember & Melvin Ember. 1973. Cultural Anthropology. New York: Appleton-Century- Crofts. Fatah, W. Anwar dan Tony Djubiantono. 1994. Laporan Penemuan Situs Baru Di Desa Wana Kecamatan Perwakilan Meliting, Kabupaten Lampung Tengah. Balar Bandung. George M Foster, 1969. Applied Anthropology Boston: Little B rown. Hadikusuma SH, Uhlman et all. 1985. Adat Istiadat Daerah Lampung. Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. Depdikbud Kanwil Propinsi Lampung. Harun, Ismet Berlgawan. 2011. Arsitektur Rumah dan Permukiman Tradisional di Jawa Barat. Bandung: Dinas Parbud Prov. Jabar. Kent, Susan. 1990. Domestic Architecture and The Use of Space. Cambridge University Press. Cambridge. Koentjaraningrat. 1980. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru. _____. 1981. Beberapa Pokok Antropologi Sosial, Jakarta: Dian Rakyat. _____. 1987. Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: GramediaPrasetya, Edhi. 2002. Arsitektur Tradisional Cibal, Manggarai, Flores Barat; Kajian Sistem Budaya dan Lingkungan Permukiman, Thesis Magister Teknik Arsitektur Universitas Diponegoro. Prijotomo, Joseph, 1997. Materi Kuliah Arsitektur Nusantara, Pasca Sarjana FTSP, ITS Surabaya. Rapoport, Amos. 1969. House Form and Culture. Prentice Hall Inc. New York. _____. 1982. The Meaning of The Built Environment. Sage Pubications Ltd. London. Wiryoprawiro, Zein. 1993. Ciri-Ciri Arsitektur Tradisional Indonesia, Materi Kuliah SPA, FTSP ITS, Surabaya. Rusydi, Umar Drs. Et all. 1986/1987. Arsitektur Tradisional Daerah Lampung., Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. Depdikbud Kanwil Propinsi Lampung. Sayuti, Hasan. 1985. Hubungan Lampung Dengan Kesultanan Banten dan Palembang, DalamPerspektif Sejarah, seminar Sejarah Nasional IV, Depdikbud. Saifudin Azwar. 1997. MetodePenelitian. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Internet

“Melihat Kampung Wisata Wana, Kecamatan Melinting”, diakses dari http:// www. radarlampung.co.id, tanggal 27 Desember 2012.

Asal Mula Keratuan Ratu Melinting dan Keratuan Darah Putih, diakses dari http://bdlok.blogspot.com, tanggal 27 Desember 2012.




DOI: http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v5i3.101

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Patanjala Indexed by :

patanjala google schoolar 

ISSN: 2085-9937 (print)
ISSN: 2598-1242 (online)

@2017

Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License