PERANAN LASYKAR HIZBULLAH DI PRIANGAN 1945-1948

Galun Eka Gemini dan Kunto Sofianto

Abstract


Abstrak

Penelitian ini menggambarkan Peranan Lasykar Hizbullah di Priangan dalam kurun waktu 1945 hingga 1948. Untuk merekontruksi permasalahan ini digunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahap, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data digunakan studi literatur dan wawancara, yaitu mengkaji sumber-sumber literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti dan mewawancarai saksi sejarah atau pelaku sejarah sebagai narasumbernya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui latar belakang terbentuknya Lasykar Hizbullah di Priangan; (2) mengetahui proses terbentuknya Lasykar Hizbullah di Priangan; dan (3) mengetahui peranan Lasykar Hizbullah di Priangan pada masa revolusi kemerdekaan (1945-1948). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lasykar Hizbullah terbentuk pada 10 Januari 1945. Lasykar Hizbullah merupakan organisasi/sayap kepemudaan yang berada di bawah naungan Masyumi Karesidenan Priangan. Lasykar Hizbullah telah memberikan peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Mereka terlibat aktif dalam pertempuran-pertempuran melawan Belanda-Sekutu, seperti Bandung Lautan Api, Agresi Militer Belanda I, menyikapi Perjanjian Renville. Lasykar Hizbullah di Priangan pada perkembangannya terbagi menjadi dua kelompok: pertama, pro-pemerintah dan bergabung dengan TNI-Divisi Siliwangi sebagai hasil dari adanya program fusi badan-badan perjuangan dengan TNI pada 1947; kedua, kontra-pemerintah dan menjelma menjadi Tentara Islam Indonesia pada 1948, benteng terdepan Negara Islam Indonesia bentukan Kartosuwiryo.

 

Abstract

This study illustrates the role of Laskar Hizbullah in Priangan in the period 1945 to 1948. In order to reconstruct the problem, this study uses history method which consists of four stages, namely heuristic, criticism, interpretation, and historiography. The techniques of data collection used literature and interviews, including reviewing the sources of literature related to the problems studied and interviewing the witnesses of history or historical actors as the respondents.  This study aims to: (1) know the background of the Laskar Hizbullah formation in Priangan; (2) recognize the process of of Lasykar Hizbollah formation in Priangan; and (3) identify the role of Laskar Hizbullah in Priangan during the revolution of independence (1945-1948). The results showed that Laskar Hizbullah was formed on January 10, 1945. It is an organization under the auspices of Masjumi Priangan Residency. Hezbollah army has given an important role in maintaining the independence of Indonesia. They are actively involved in the battles against the Dutch-ally, such as Bandung Sea of Fire, Dutch Military Aggression I, addressing the Renville Agreement. Hezbollah army in Priangan, in its development, is divided into two groups: first, pro-government and join TNI-Siliwangi Division as a result of the fusion program ofstruggle agencies with the military in 1947; second, a counter-government and transformed into Islamic Army of Indonesia in 1948, the fort leading of Indonesian Islamic State of Kartosuwiryo formation.


Keywords


sejarah, Hizbullah, Priangan, revolusi kemerdekaan, history, Hizbullah, Priangan, independence Revolution.

Full Text:

PDF

References


Surat Kabar

Asia Raya. No. 11. 12 Januari 1945.

Djiwa Islam. No. Setahun GPII. 1946-1948.

Sin Po. No. 882. 5 Oktober 1948.

Soeara Moeslimin. No. 23, No. 24. 15 Desember 1944.

-------. No. 2. 15 Januari 1945.

-------.No. 6. 15 Maret 1945.

-------. No. 10. 1 Mei 1945.

Buku dan Makalah

Bizawie, Zainul Milal. 2014. Laskar Ulama-Santri dan Resolusi Jihad: Garda Menegakkan Indonesia 1945-1949. Jakarta: Pustaka Compass.

Dengel, Holk. H. 1995. Darul Islam-NII dan Kartosuwiryo: Angan-angan yang Gagal. Jakarta: PT. Pustaka Sinar Harapan.

van Dijk, Cornelis 1983. Darul Islam: Sebuah Pemberontakan. Jakarta: Grafiti Pers.

Disjarahdam VI/Siliwangi. 1979. Siliwangi dari Masa ke Masa: Cetakan kedua. Bandung: Angkasa.

Gottschalk, Louis. 1985. Mengerti Sejarah. Terj. Nugroho Notosusanto. Jakarta : UI Press.

Herlina, Nina. 2011. Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika.

Kusdiana, Ading. 2014. Sejarah Pesantren: Jejak, Penyebaran, dan Jaringannya di Wilayah Priangan (1800-1945). Bandung: Humaniora.

Lubis, et.al., 2011. Sejarah Perkembangan Islam di Jawa Barat. Bandung: Yayasan Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Jawa Barat.

-------, et.al., 2013. Sejarah Provinsi Jawa Barat Jilid 2. Bandung: Yayasan Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Jawa Barat.

Muhsin, Mumuh Z. 2011. Perjuangan K.H. Syaikhuna Badruzzaman dalam Merebut, Mempertahankan, dan Mengisi Kemerdekaan (1900 – 1972). Jatinangor: Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Unpad. [E-Book].

Notosusanto, Nugroho. 1979. Tentara PETA pada Jaman Pendudukan Jepang di Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Poesponegoro, M. D. dan Nugroho Notosusanto. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI: Cetakan Kedelapan. Jakarta: Balai Pustaka.

Ritzer, George dan Douglas J. Goodman. 2011. Teori Sosiologi Modern: Edisi ke-6. Jakarta: Kencana

Soekanto, Soerjono. 1982. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sundhaussen, Ulf. 1986. Politik Militer Indonesia 1945-1967: Menuju Dwifungsi ABRI. Jakarta: LP3S.

Suryanegara, Ahmad Mansyur. 1996. Pemberontakan Tentara Peta di Cileunca Pangalengan Bandung Selatan. Jakarta: Yayasan Wira Patria Mandiri.

-------. 2010. Api Sejarah 2. Bandung: Grafindo Media Pratama.

Wildan, Dadan. 2015. Prof. KH. Anwar Musaddad: Ulama Multikultural, Akademisi Paripurna, dan Politisi Moderat. Disampaikan dalam Seminar Nasional Pengusulan KH. Anwar Musaddad sebagai Pahlawan Nasional.

Sumber Lisan

Atori, Muhammad (84 tahun). Eks-Lasykar Hizbullah. Pewawancara, Fauz Nur’alim. Garut, tanggal 28 Mei 2012.

Djuju, Momod (83 tahun). Eks-Lasykar Pangeran Papak. Pewawancara, Fauz Nur’alim. Garut, tanggal 3 Juni 2012.

Endan, Tatang (85 tahun). 2015. Saksi Sejarah/Eks-Lasykar Pemuda Republik Indonesia. Wawancara, Bandung, 8 Juni 2015.

Machdar, Moehammad. (87 tahun). 2015. Eks-Lasykar Hizbullah. Wawancara, Bandung, 13 Juni 2015.

Suryana, Nana. (92 tahun). 2015. Eks-Lasykar Hizbullah. Wawancara, Bandung, 10 Juni 2015




DOI: http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v7i3.107

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Patanjala Indexed by :

patanjala google schoolar 

ISSN: 2085-9937 (print)
ISSN: 2598-1242 (online)

@2017

Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License