FUNGSI SENI GEMBYUNG DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT PANJALU KABUPATEN CIAMIS

Endang Supriatna

Abstract


Abstrak

Gembyung sebagai kesenian buhun yang menjadi sebuah seni pertunjukan di Panjalu, hingga kini tetap bertahan dengan ciri ketradisionalannya. Bersama dengan pelaksanaan Upacara Nyangku maupun peringatan Maulid Nabi Saw. atau pada acara hiburan pada saat khitanan anak, Gembyung tampil bersahaja. Namun demikian, penampilannya tetap menyampaikan makna baik melaui gerak, lagu, gending musik, maupun sesajennya bahwa hidup akan terus bergerak seiring berlangsungnya sang waktu. Bagi masyarakat Panjalu, Seni Gembyung tidak hanya sebuah ungkapan ekspresi keindahan, namun lebih dari itu, Gembyung memiliki makna kecintaan serta penghormatan kepada asal-usul leluhur mereka. Tulisan ini berupaya mengupas fungsi Seni Gembyung pada masyarakat Panjalu. Ada dua bagian yang dibahas, pertama gambaran sosial budaya masyarakat Panjalu tempat kesenian ini tumbuh. Kedua, menjelaskan Seni Gembyung, mulai dari perkembangannya, lagu dan teknik pementasan, fungsi dan peranan kesenian ini pada masyarakat pendukungnya. Serta, upaya masyarakat Panjalu memelihara Seni Gembyung agar tidak tergerus oleh seni modern yang semakin deras berupaya menggeser seni lokal. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.

 

Abstract

Gembyung is a kind of traditional performance art in Panjalu that has a long history. Along with Nyangku ceremony or commemoration of Maulid Nabi Saw. (the birth of prophet Muhammad Saw.), or celebration after a child has circumsized, gembyung is played in a very plain way. The mystical music and the fragrance of the offerings accompanied the dancers in expressing their respect to the ancestors. This paper tries to reveal the function of gembyung art in the society of Panjalu. There are two parts to be discussed: firstly, the description of sociocultural setting of Panjalu society where the art has been developed. Secondly, explanation of gembyung art, beginning with the development, the songs, and the performance techniques. A descriptive method and qualitative approach were conducted in this paper.


Keywords


Sejarah Pesantren, pendidikan, History of Pesantren, education.

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Atmadibrata, E. dan Soepandi, Atik. 1983. Khasanah Kesenian Daerah Jawa Barat, Bandung: Pelita Masa. Hasymy, A. 1993. Sejarah Kebudayaan Islam, Cet. ke-3, Bandung: Al-Maarif. Herlinawati, Lina. 2007. Kesenian Gembyung Masyarakat Banceuy Kabupaten Subang; Sebuah Ekpresi Seni dan Aktualisasi Kepercayaan Masyarakat. Dalam Jurnal Penelitian. Edisi 37, Juni. Bandung: BPSNT. Nugroho, E. 1990. Ensiklopedi Nasional Indonesia No. 8. 1990. Jakarta : PT Cipta Adi Pustaka. Nurlela, Enur. 2005. Struktur Penyajian Kesenian Gembyung Rumalega Sebagai Syiar Islam di Desa Panjalu Kabupaten Ciamis. Skipsi S1 Jurusan Pendidikan Seni Musik. Bandung: UPI. Padmawidjaja, Rusadi. 2002. Nilai Kultural Religius Babad Panjalu, Makalah disampaikan pada Seminar Sejarah dan Budaya Panjalu tanggal 9 Juni 2002. Puwadarminta, W.J.S. 1982. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN. Balai Pustaka. Rosidi, Ajip. dkk. 2000. Ensiklopedi Sunda. Alam, Manusia, dan Budaya Termasuk Budaya Cirebon dan Betawi. Cetakan Pertama. Jakarta : Pustaka Jaya. Soepandi, Atik, dkk. 1998. Peralatan Hiburan dan Kesenian Tradisional di Jawa Barat. Jakarta: Depdikbud Dirjen Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. Suryana, Jajang. 2002. Wayang Golek Sunda; Kajian Estetika Rupa Tokoh Golek. Bandung: Kiblat Buku Utama. Suryanegara, Ahmad Mansur. 2002. Seminar Menggali Nilai-Nilai Sejarah dan Budaya Panjalu. Makalah disampaikan pada Seminar dengan tema sda. Panitia Bersama Nyangku dan Festival 9 Juni 2002. Majalah & Surat Kabar : Hamidimadja, D.H. Nurendah. 1996. Seni Islam Sebagai Media Komunikasi dalam “KAWIT” Buletin Kebudayaan Jawa Barat no. 48. Republika Newsroom, 2009.

Masyarakat Panjalu Rayakan Maulid Nabi Saw dengan 'Nyangku', REPUBLIKA Senin, 23 Maret . Suherman, DS. 1990.

Nyangku di Panjalu, Upacara Semarak. Pikiran Rakyat, Senin, 15 Oktober.




DOI: http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v2i3.230

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Patanjala Indexed by :

patanjala google schoolar 

ISSN: 2085-9937 (print)
ISSN: 2598-1242 (online)

@2017

Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License