REPRESENTASI TENTARA DAN RELASI SIPIL-MILITER DALAM SERIAL PATRIOT

Hary Ganjar Budiman

Abstract


Penelitian ini mencoba membedah muatan ideologis yang terdapat dalam serial televise Patriot. Selain itu, penelitian ini juga membaca representasi tentara dan hubungan sipil-militer yang terlihat dalam serial tersebut. Serial Patriot dinilai penting karena menjadi serial televisi pertama yang mengangkat kisah militer sejak jatuhnya Orde Baru pada 1998. Serial Patriot dalam penelitian ini dilihat sebagai media massa yang merefleksikan nilai atau norma dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatatan kualitatif dengan memakai konsep codes of television yang dikemukakan oleh John Fiske. Ia menyatakan bahwa kode dalam televisi memiliki tiga tingkatan: reality, representation, dan ideology. Melalui penelitian ini dapat diketahui bahwa serial Patriot memiliki pesan ideologis yang tersirat, antara lain: nasionalisme, patriotisme, didaktisme, dan menempatkan tentara sebagai penjaga nilai moral. Hubungan sipil-militer dalam Patriot terlihat lebih didominasi oleh pihak militer. Peran pemimpin sipil tidak nampak dalam Patriot. Pihak sipil digambarkan bergantung kepada pemimpin yang memiliki latar belakang tentara.

 

This research tries to analyze the ideological contents that exist in the television series Patriot. In addition, this study also review the representation of soldiers and civil-military relations in the series. The Patriot series is important because it became the first television series to raise the military stories since the fall of the New Order Regime in 1998. The Patriot series in this study is seen as a mass media that reflects the value or norm in the society. This study uses a qualitative approach using the concept of codes of television proposed by John Fiske. He stated that is the code in television has three levels: reality, representation, and ideology. From this research, it can be seen that the Patriot series has an implied ideological message, among others: nationalism, patriotism, didactism, and placing the army as a guardian of moral values. The civil-military relationship in the patriot appears to be more dominated by the military. The role of civilian leaders is not seen in the Patriot. The civilian side is depicted depending on the leader who has a military background.


Keywords


media, televisi, representasi, ideologi

Full Text:

PDF

References


Jurnal dan Makalah

Piliang, Yasraf Amir. “Semiotika Teks: Sebuah Pendekatan Analisis Teks” dalam Jurnal Mediator Volume 5 Nomor 2, 2004: hlm. 189-198.

Setiawan, Ikwan. “Film dan Televisi dalam Paradigma Kajian Budaya”. Makalah disampaikan dalam Seminar Nasional dengan tema Televisi dan Film dalam Paradigma Cultural Studies. Fakultas Sastra Universitas Jember, 22 Oktober 2015.

Buku

Althusser, Louis. 2015.

Ideologi dan Aparatus Ideologi Negara; Catatan Investigasi. Terjemahan. Indonesia: Indoprogress.

Fiske, John. 1987.

Television Culture; Popular Pleasures and Politics. London: Routledge.

Herlambang, Wijaya. 2011.

Kekerasan Budaya Pasca 1965: Bagaimana Orde Baru Melegitimasi Anti-Komunisme Melalui Sastra dan Film. Yogyakarta: Marjin Kiri.

Heryanto, Ariel. 2015.

Identitas dan Kenikmatan: Politik Budaya Layar Indonesia. Jakarta: KPG.

Irawanto, Budi. 2017.

Film, Hegemoni, dan Militer; Hegemoni Militer dalam Sinema Indonesia. Yogyakarta: Warning Book.

Nugroho, Garin dan Dyna Herlina S. 2015.

Krisis dan Paradoks Film Indonesia. Jakarta: Kompas Media Nusantara.

Sen, Krishna dan David T. Hill. 2007.

Media, Culture, and Politics in Indonesia. Jakarta: Equinox.

Sen, Krishna. 2009.

Kuasa dalam Sinema: Negara, Masyarakat, dan Sinema Orde Baru. Yogyakarta: Ombak.

Internet

Haryanto, Alexander. 2015.

“Panglima TNI Wacanakan TNI Punya Hak Politik” dalam https://tirto.id/panglima-tni-wacanakan-tni-punya-hak-politik-bRb8, diakses 4 Desember 2017.

Hussein, Mohamad Zaki. 2017.

“Ideologi dan Reproduksi Masyarakat Kapitalis dalam https://indoprogress.com/2012/01/ideologi-dan-reproduksi-masyarakat-kapitalis/, 1 Desember 2012, diakses 20 Oktober 2017.

Jusuf, Windu. 2016.

“ABRI Masuk Bioskop: Catatan tentang Film-film Tentara Pasca 1998” dalam https://cinemapoetica.com/abri-masuk-bioskop-catatan-tentang-film-film-tentara-pasca-1998/, diakses 5 Desember.

Kresna, Mawa., Aditya Widya Putri dan Reja Hidayat, 2016.

Tim Mawar, sekarag Jenderal dalam https://tirto.id/dulu-tim-mawar-kopassus-kini-jenderal-bEYP, diakses 10 Desember 2017

Kresna, Mawa. 2017.

“Jendral Gatot dan Reformasi TNI” dalam https://tirto.id/jendral-gatot-dan-reformasi-tni-cBfA, diakses 10 Desember 2017.

Prahadi, Yeffrie Yundiarto. 2017

“Net TV Bidik Kelas Menengah-Atas” dalam https://swa.co.id/swa/trends/management/net-tv-bidik-kelas-menengah-atas diakses 20 November 2017.

Raditya, Iswara N. 2018.

“Dwi Fungsi ABRI dan Jalan Terbuka Politik Tentara” dalam https://tirto.id/dwifungsi-abri-dan-jalan-terbuka-politik-tentara-cC1R, diakses 16 Februari 2018.

Riandy,Erliana. 2017.

“Soal Nobar Film G30S/PKI, Panglima TNI: Itu Perintah Saya, Mau Apa?” dalam https://news.detik.com/berita/d-3647737/soal-nobar-film-g30spki-panglima-tni-itu-perintah-saya-mau-apa, diakses 10 Desember 2017.

Zen, RS. 2016.

“Tentara Tak Pernah Salah” dalam https://tirto.id/tentara-tak-pernah-salah-bRcK diakses 10 Desember 2017.

“Pengamat menilai militer Indonesia lebarkan pengaruh” dalam http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160310_indonesia_militer_ipac, diakses 11 Desember 2017.

“Sesko TNI Dukung Pendidikan Karakter Bandung Masagi” dalam https://portal.bandung.go.id/posts/2016/10/03/Z1mp/sesko-tni-dukung-pendidikan-karakter-bandung-masagi, diakses 10 Desember 2017.

“Tigapuluh lima Jenderal Pendukung Jokowi-JK, Lima Jenderal Diduga Bermasalah” dalam https://www.bantuanhukum.or.id/web/35-jenderal-pendukung-jokowi-jk-5-jenderal-diduga-bermasalah/ diakses 10 Desember 2017.

Video

Patriot (Net tv) episode 1-7, Tahun 2015 dalam Channel Patriot Net TV (youtube.com)

Video kuliah umum Ariel Heryanto di UI Depok. 2017. “Historiografi Indonesia yang Rasis” dalam channel Jakrtanicus (youtube.com).

Video peluncuran buku Identitas dan Kenikmatan di Universitas Brawijaya. 2015 dalam channel UBTV Brawijaya (youtube.com)




DOI: http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v10i1.332

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Patanjala Indexed by :

patanjala google schoolar 

ISSN: 2085-9937 (print)
ISSN: 2598-1242 (online)

@2017

Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License