AKTOR DI BALIK SELEMBAR BATIK (Studi Kasus di Lembur Batik Cimahi)

Ria Intani Tresnasih

Abstract


Batik adalah selembar kain yang dibuat secara ditulis, dicap, atau penggabungan antara keduanya. Dulu, ketika batik hanya diproduksi untuk lingkungan keraton, pembuatnya masih terbatas. Manakala batik keluar dari lingkungan keraton, pembuat batik meluas. Itu dulu, zaman di mana orang masih memiliki banyak waktu luang dan jenis pekerjaan belum beragam. Saat ini apabila di antara sejumlah orang masih ada yang mendedikasikan dirinya untuk menggeluti batik sebagai pengrajinnya, tentu ada alasan yang melatarinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara perekrutan pengrajin, pengetahuan membatik, kondisi pengrajin, serta konsep kerja pengrajin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan hasil penelitiannya dituangkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dedikasi menjadi pengrajin batik dilatari oleh rasa tanggung jawab dan kecintaan yang mendalam dengan dunia perbatikan. Dapatlah disimpulkan bahwa tanpa adanya keterlibatan hati, sulit bagi seseorang untuk dapat bertahan menjadi pengrajin. Mengingat, banyak jenis pekerjaan lain yang besaran penghasilannya lebih menjanjikan. 

 

Batik is a cloth made in written, printed, or a combination between the two. In the past, when batik was only produced for the palace, the makers were still limited. Another case with when batik came out of the palace, batik makers were expanding. That was then, an era where people still had a lot of spare time and the type of work had not been varied. Today, if among a number of people consist of people who dedicate themselves as batik craftsmen, absolutely there is a reason behind of it. This study aims were to determine how the recruitment, knowledge, the condition, and working concept of batik craftsmen. This study uses qualitative research and the findings are  outlined descriptively. The results shows that the dedication of batik craftsmen is backed by a sense of responsibility and a deep love with the world of batik. It can be concluded that without the involvement of their love, it is difficult for a person to be able to survive into a batik craftsman. Bearing in mind,there are many other types of work that have more promising incomethe amount of income is more promising.



 


Keywords


Actor, Piece of Batik

Full Text:

PDF

References


DAFTAR SUMBER

Jurnal, Skripsi, Makalah

Hayati, Chusnul. “Batik Pekalongan: Besar karena Benturan” dalam Patrawidya Vol. 13 No. 1.Maret 2012.Hlm. 25-26.

Intani, Ria. “Regenerasi Topeng Randegan” dalam Patanjala Vol. 8 No. 3. September 2016. Hlm. 22.

Kartawinata, Ade M. “Persepsi tentang Etos Kerja Kaitannya dengan Nilai Budaya Masyarakat”, Makalah, Bandung, 25 Juni 1994.

Lasmiyati. 2012. “Batik Cimahi”, dalam Bunga Rampai Pelestarian Budaya dan Sejarah Lokal.

Purwaningsih, Ernawati. ”Pewarisan Tradisi Membatik di Desa Kotah, Sampang, Madura” dalam Patrawidya Vol. 16 No. 4.Desember 2015.Hlm. 466.

Sarmini.“Pakaian Batik: Kulturisasi Negara dan Politik Identitas” dalam Jantra Vol. IV No. 8.Desember 2009. Hlm. 674-675.

Buku

Abdullah, Taufik. 1978.

Agama Etos Kerja dan Perkembangan Ekonomi. Jakarta: LP3ES.

Ariani, Christriyati. 2013.

Batik Gentongan Tanjungbumi Bangkalan Madura dalam Kerajinan Batik dan Tenun (Lono Lastoro Simatupang, Pengantar). BPNB Yogyakarta.

Garna, Yudistira K. 2009.

Metoda Penelitian Kualitatif. Bandung: The Judistira Foundation dan Primaco Akademika.

Hamzuri. 1994.

Batik Klasik. Jakarta: Djambatan.

Herawati, Isni. 2013.

Kerajinan Kuningan di Bejijong Mojokerto: Bahan Baku, Teknologi Produksi dan Pemasaran dalam Kerajinan Tradisional (Andri Kurniawan, Pengantar). BPNB Yogyakarta.

Taryati. 2013.

Kerajinan Ukir Kayu di Desa Kanduluk Sumenep Madura dalam Kerajinan Tradisional (Andri Kurniawan, Pengantar).BPNB Yogyakarta.

Tim Redaksi KBBI. 1988.

KamusBesar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Tim Redaksi KBBI. 2013.

KamusBesar Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia.

Wallman, Sandra. 1979.

Social Anthropology of Work. London, New York Toronto Sydney San Francisco: Academic Press.

Internet

http://www.cimahikota.com/data-wilayah-kota- cimahi.html, diakses tanggal 23 Desember 2016, pukul 19.10 WIB.




DOI: http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v9i1.343

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Patanjala Indexed by :

patanjala google schoolar 

ISSN: 2085-9937 (print)
ISSN: 2598-1242 (online)

@2017

Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License