MENGGALI NILAI-NILAI LUHUR MASYARAKAT MASA LALU DARI TINGGALAN BUDAYA MATERI Studi Kasus Media Pengagungan Arwah Leluhur

Lutfi Yondri, Nina Herlina Lubis, dan Mundardjito

Abstract


Abstrak

Berdasarkan hasil penelitian tentang tinggalan budaya materi dan tradisi budaya yang terkait dengan pengagungan arwah leluhur atau yang sering disebut dengan istilah pengagung arwah leluhur yang telah dilakukan oleh para prasejarawan selama ini, merupakan refleksi dari nilai-nilai masyarakat yang pernah berkembang pada masa lalu. Temuan tersebut dijadikan sebagai sumber data. Data tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan pendekatan semiotika. Tulisan ini bertujuan mengelaborasi berbagai nilai lama yang tercermin dari tinggalan budaya materi dan tradisi yang disimpulkan pernah berkembang di tengah masyarakat pengagung arwah leluhur. Nilai-nilai tersebut antara lain semangat persatuan, kepemimpinan, gotong royong, dan sikap toleransi dalam kepercayaan. Bila hal ini disosialisasikan kembali di tengah masyarakat sekarang tentunya akan dapat memberikan sumbangan yang sangat positif bagi masyarakat.

 

Abstract

This study is based on the results of research on the remains of cultural material and traditions associated with the glorification of ancestors or often referred to as the adoration of ancestors that have been done by the pre-historian over the years. It is as a reflection of the values of the community once developed in the past. The findings are used as the data source. The data is then qualitatively analyzed using a semiotic approach. This paper aims to elaborate the various old value that is reflected from the remains of cultural material and tradition that ever developed in the adorer ancestral spirits society. The values include the spirit of unity, leadership, mutual cooperation, and tolerance in the trust. If these values are re-socialized in society now, it will certainly be able to provide a very positive contribution to society.


Keywords


pemimpin, musyawarah, gotong royong, solidaritas, leader, discussion, mutual cooperation, solidarity.

Full Text:

PDF

References


Jurnal, Makalah, dan Laporan Penelitian

Asmar, Teguh. 1975. . Megalitik di Indonesia: Ciri dan Problemanya. Bulletin Yaperna, II (7), Jakarta. hlm. 19-28.

Masinambouw, EKM. 1992. Arkeologi dan Pembangunan Masya-rakat Indonesia: Beberapa Pokok Pemikiran. Makalah Pertemuan Ilmiah Arkeologi VI. Batu Malang, 26-29 Juli 1992. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Hlm. 97-99.

Sedyawaty, Edy. 1992. Arkeologi dan Jatidiri Bangsa. Makalah Pertemuan Ilmiah Arkeologi VI. Batu. Malang, 26-29 Juli 1992. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Hlm. 23-36.

Sukendar, Haris. 1996. “Dinamika dan Kepribadian Bangsa yang Tercermin dari Tradisi Pengagung Arwah Leluhur di Indonesia”, dalam Jurnal Arkeologi Indonesia No. 2. Jakarta. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Hlm. 110-122.

Sutaba, I Made. 1996. “Masyarakat Pengagung Arwah Leluhur di Indonesia”. Makalah. Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi, Ujungpandang, 20-26 September 1996.

Yondri, Lutfi. 1997. Penelitian Prasejarah di Kabupaten Lampung Barat. Laporan Penelitian. Bandung: Balai Arkeologi Bandung.

______. 2011. Dokumentasi Riset Potensi Budaya dan Pariwisata Kabupaten Tanah Datar. Laporan Penelitian. Jakarta: Kemenbudpar.

Buku

Koentjaraningrat. 1972. Beberapa Pokok-pokok Antropologi Sosial. Jakarta: Dian Rakyat.

______.1983. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru.

Mulia, Rumbi. 1980. Nias: The Only Older Megalithic Tradition in Indonesia. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Rahyono, F.X. 2009. Kearifan Budaya dalam Kata. Jakarta: Wedatamawidyasastra.

Renfrew, Colin and Paul Bahn. 1996. Archaeology, Theories, Methods and Practice. Thames and Hudson Ltd, London.

Soejono, R.P. 1983. Lokal Genius dalam Sistem Teknologi Prasejarah. Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius). Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.

______. 1984. Jaman Prasejarah di Indonesia, dalam Sejarah Nasional Indonesia, Jilid I. Jakarta: Balai Pustaka.

Sukendar, Haris. 1985. Peninggalan Tradisi Pengagung Arwah Leluhur di Daerah Cianjur, Jawa Barat. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Sumadio, Bambang. 1984. Zaman Kuno. Sejarah Nasional Indonesia II. Jakarta: Balai Pustaka.

Surat Kabar

Kompas. 1999. Studi Arkeologi Membantu “Menemu-kan” Peradaban. Edisi Jum’at, 5 Feb-ruari 1999. Hlm. 12.

Kompas,1999. “Bangsa Terpuruk Karena Ingkari Fakta Sejarah”. Edisi Jum’at, 23 April 1999. Hlm. 12.

Republika. 1997. “Eksotisme Pesta Kematian di Tana Toraja”. Edisi Minggu, 27 Juli 1997. Hlm. 10.

Internet

Ridwan, Nurma Ali. 2010. “Landasan Keilmuan Kearifan Lokal”, http://ibda.files.wordpress.com/2008/04/2-landasan-keilmuan-kearifan lokal. pdf. Diakses 24 Agustus 2013 pukul 20.15 WIB.

Wheeler, Sir Mortimer. 1954. Archaeology from the Earth. London: Clarendon Press. https://www.questia.com/read/10514034/archaeology from-earth. Diakses Rabu, 24 Agustus 2015, pukul 12.00 WIB.

Komunikasi dengan Narasumber

Nyls Surya Novialdy Djustam, komunikasi via telepon dan internet Sabtu, 20 Agustus 2016, pukul 07.21 WIB.




DOI: http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v8i2.69

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Patanjala Indexed by :

patanjala google schoolar 

ISSN: 2085-9937 (print)
ISSN: 2598-1242 (online)

@2017

Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License