KAJIAN NILAI BUDAYA DALAM CARITA PANTUN SAWUNG GALING

Yuzar Purnama

Abstract


Abstrak

Bangsa Indonesia adalah bangsa sejuta ragam budaya. Salah satunya kesenian Carita Pantun, kesenian ini tumbuhkembang pada masyarakat Sunda di Provinsi Jawa Barat dan Banten. Kini kesenian ini memprihatinkan karena jarang tampil dan pendukungnya kurang. Upaya pelestarian dapat dilakukan dengan mendokumentasikan cerita dan mengkajinya. Pada kesempatan ini penulis akan mengkaji Carita Pantun Sawung Galing. Batasan penelitian melingkupi nilai budaya yang terkandung dalam Carita Pantun Sawung Galing dan apa yang dimaksud dengan Carita Pantun? Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lengkap tentang Carita Pantun Sawung Galing. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Simpulan, Tokoh Sawung Galing yang bernama Raden Rangga Sawung Galing adalah tokoh heroik Sang Penakluk karena enam kerajaan dapat direbut dan dikuasainya. Selain perkasa kepribadian tokoh menjadi teladan bagi anak bangsa karena memiliki jiwa religius yang tersirat dalan nilai agama, jiwa sosial yang mengagumkan tersirat dalam nilai sosial, semangat kerja tersirat dalam nilai etos kerja.

 

Abstract Indonesia is a nation with the abundance of cultural diversity among traditional arts. One of the traditional arts that highlighted is Carita Pantun. This art is growing and developing in the Sundanese people in the province of West Java and Banten. Carita Pantun is included to a traditional art whose existence is quite alarming because it is very rarely performed and it has few supporters. Conservation efforts should be made of them by documenting the stories are superbly presented and assess the value of culture. Here, the writer examines Carita Pantun Sawung Galing. The limitation of the study is poured in the form of a question that what are the cultural values contained in Carita Pantun Sawung Galing? What is meant by Carita Pantun? The research aims to obtain a complete picture of Carita Pantun Sawung Galing. In conclusion, there are many cultural values of the nation which has not been revealed so that the younger generation does not recognize and know more about the foreign characters. Galing Sawung figure, whose full name is Raden Rangga Sawung Galing, is a conqueror heroic figure since there are six captured and mastered kingdoms.


Keywords


nilai budaya, carita pantun, carita pantun Sawung Galing, cultural values, carita pantun, carita pantun Sawung Galing.

Full Text:

PDF

References


Makalah

Hidayah, Zulyani. 2006. “Metode Penelitian Kepercayaan Masyarakat”, Makalah dalam Pena-taran Tenaga Teknis Pamong. Jakarta.

Sastrawidjaja, Maryati. 1979. Carita Pantun Dina Sastra Sunda (Makalah). Bandung: Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran.

Buku

Abdulwahid, Idat. 1982. Kajian Semiotik Carita Pantun Lutung Kasarung. Edisi Ajip Rosidi Dipantun-kan Ki Sajin. Bandung: Fakultas Satra Universitas Padjadjaran.

Ali, Lukman. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Kedua. Jakarta: Balai Pustaka.

Alisyahbana, Sutan Takdir. 1977. Perkembangan Sejarah Kebudayaan Indonesia Dilihat dari Segi Nilai-Nilai. Jakarta: Idayu.

Bachtiar, Wardi. 1997. Metode Penelitian Ilmu Dakwah. Pamulang Timur Ciputat: Logos Wacana Ilmu.

Bogdan, Robert C. 1972. Participant Oberservation in Organi-zational Settings. Syracuse N.Y.: Syracuse Univercity Press.

Darmansyah M. et al. 1986. Ilmu Sosial Dasar. Surabaya: Usaha Nasional.

Joko Damono, Sapardi. 1974. Sosiologi Sastra; Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Gazalba, Sidi. 1973. Sistematika Filsafat Pengantar Teori Nilai. Jakarta: Bulan Bintang.

Kirk, Jerome & Marc L. Miller. 1986. Realibility and Validity in Qualitative Research. New York: St. Martin Press.

Kurnia, Atep. 2010. Khasanah (Surat Kabar). Bandung: Pikiran Rakyat.

Kahmad, Dadang. 2000. Metode Penelitian Agama, Perspektif Ilmu Perbandingan Agama. Bandung: Pustaka Setia.

Koentjaraningrat. et al. 1984. Kebudayaan Mentalitas dan Pemba-ngunan. Jakarta: Gramedia.

Moleong, Lexy J. 1989. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Karya.

Purnama, Yuzar. 2009. Kajian Struktur dan Nilai Budaya pada Carita Pantun Raden Tanjung di Kabupaten Sukabumi. Bandung: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradi-sional.

Poerwadarminta, WJS. 1991. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Renne Wellek & Austin. 1989. Teori Kesusastraan. Jakarta: Gramedia.

Surakhmad, Winarno. 1985. Penelitian Dasar Metode Penelitian. Bandung: Tarsito.

Internet

http://kumeokmemehdipacok.blogspot.co.id/2013/12/cm-pleyte-ilmuwan-be-landa-pengkaji.html. Diakses tanggal 17 Mei 2016, pukul 09.40 WIB.

http://kandaga-caritapantun.blogspot.co.id/ 2010/05/raden-rangga-sawung-galing.html. Diakses pada tanggal 28 Januari 2016 pukul 08.46 WIB.

http://www.ikerenki.com/2014/01/penger-tian-politik-makna-definisi-umum.html, di-akses tanggal 23 Mei 2016 pukul 15.00 WIB.

http://www.zonasiswa.com/2014/07/nilai-sosial-pengertian-jenis-sumber. html, diakses tanggal 23 Mei 2016 pukul 15.21 WIB.

http://aliciakomputer.blogspot.co.id/ 2008/01/etos-kerja.html, diakses tanggal 23 Mei 2016 pukul 15.34 WIB.

http://penaraka.blogspot.co.id/2012/04/pengertian-agama.html, diakses tanggal 23 Mei 2016 pukul 15.45 WIB.




DOI: http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v8i2.72

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Patanjala Indexed by :

patanjala google schoolar 

ISSN: 2085-9937 (print)
ISSN: 2598-1242 (online)

@2017

Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License