TINJAUAN AWAL ASPEK TIPOLOGI DAN DATA INSKRIPSI BATU NISAN DI HOLLANDISCHE KERK BANDA NEIRA

Syahruddin Mansyur

Abstract


Abstrak

Kepulauan Banda dikenal sebagai wilayah yang memiliki pengaruh kolonial yang kuat. Salah satu tinggalan arkeologi yang banyak ditemui di wilayah ini adalah batu nisan. Sebagai salah satu budaya materi, batu nisan memiliki beragam informasi yang terdapat pada batu nisan itu sendiri mulai dari bentuk, bahan, dan ragam hias. Penelitian ini merupakan tinjauan awal untuk mengetahui tipologi dan beragam informasi yang dapat diungkap dari inskripsi yang termuat pada batu nisan. Melalui tahapan penelitian arkeologi dengan melakukan analisis terhadap keragaman jenis artefak dan analisis terhadap data inskripsi, penelitian ini mengungkap bahwa tipologi batu nisan memiliki kekayaan ragam hias berupa lambang heraldik, iluminasi, dan inskripsi. Aspek lain pada data inskripsi adalah informasi tentang orang-orang yang dimakamkan memiliki status sosial tinggi, di antaranya; para pejabat pemerintahan, pejabat militer, pejabat perdagangan, pejabat keagamaan, para perkenier, beserta para keluarganya. Aspek lain yang berhasil diungkap bahwa kehidupan sosial masyarakat Eropa saat itu menganggap bahwa batu nisan adalah salah satu simbol kemewahan.

 

Abstract

Banda Islands are known as the region that has a strong colonial influence. One of the archaeological remains found in the region is the tombstone. As one of the material culture, the tombstone has a variety of information contained on a tombstone itself from the shape, material, and ornaments. This study is a preliminary review to determine the typology and variety of information that can be revealed from inscriptions contained in the tombstone. Through the stages of archaeological research by analysing the diversity of artefacts and analysis inscriptions data, this study revealed that the typology of the tombstone has a wealth of ornamentation in the form of heraldic emblem, illumination, and inscriptions. Another aspect from the inscription data is information about people who are buried has a high social status. They are from government officials, military officials, trade officials, religious officials, the perkenier (landlord), along with his family. Another aspect that can be revealed is the social life of Europe in that time considered that the tombstone is one of the symbols of luxury.


Keywords


batu nisan, Banda Neira, kolonial, tombstone, Banda Neira, colonial.

Full Text:

PDF

References


Laporan Penelitian dan Skripsi

Handayani, Rosaeny. 2009. Bentuk-Bentuk Nisan di Museum Taman Prasasti Jakarta. Skripsi Prog-ram Studi Arkeologi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. Depok: Univer-sitas Indonesia.

Inagurasi, Libra Hari. 2014. “Pola Pemukiman Kawasan Perke-bunan Karet Masa Hindia Belanda di Bogor” dalam Amerta: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Vol. 32 No. 1 Juni 2014. Hal. 49-62.

Koestoro, Lucas Partanda et al. 2013. “Medan, Kota di Pesisir Timur Sumatera dan Peninggalan Tuanya” dalam Berita Penelitian Arkeologi No. 28. Medan: Balai Arkeologi Medan.

Tim Penelitian. 2009. Persepsi Masyarakat terhadap Pengelolaan Benda Cagar Budaya di Banda Neira. Laporan Penelitian. Ambon: Balai Arkeologi Ambon.

Tim Penelitian. 2010. Kepulauan Banda, Maluku Tengah, Pusat Perdagangan Pala Abad ke-16-19. Laporan Penelitian. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeo-logi.

Tim Penelitian. 2012. Ekskavasi Situs Perk Mangkubatu, Kepulauan Banda, Maluku Tengah. Laporan Penelitian. Jakarta: Pusat Arkeologi Nasional.

Tim Penelitian. 2013. Survey Eksploratif Makam Eropa di Kepulauan Banda, Maluku Tengah. Laporan Penelitian. Ambon: Balai Arkeologi Ambon.

Buku

Abrianto, Octaviadi. 2010. “Kota Cirebon: Potensi dan Permasalahannya” dalam Dari Masa Lalu ke Masa Kini: Kajian Budaya Materi, Tradisi, dan Pariwisata. Hal. 151-163. (eds. Wanny Rahardjo Wahyudi). Bandung: Balai Arkeologi Bandung.

Alwi, Des. 2005. Sejarah Maluku, Banda Neira, Ternate, Tidore dan Ambon. Jakarta: Dian Rakyat Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Warisan dan Budaya Banda.

Anonim. 2008. Metode Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Deetz, James. 1976. Invitation to Archaeology. London: Cambridge University Press.

Hanna, Willard.A. 1983. Kepulauan Banda: Kolonialisme dan Akibatnya di Kepulauan Pala. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia - Gramedia.

Ricklefs, M.C. 2010 Sejarah Indonesia Modern: 1200-2008. Cetakan Ketiga. Jakarta: Serambi.

Soekiman, Djoko. 2011. Kebudayaan Indis: Dari Zaman Kompeni sampai Revolusi. Depok: Komunitas Bambu.

Suratminto, Lilie. 2008.

Makna Sosio-Historis Batu Nisan VOC di Batavia. Jakarta: Wedatama Wedya Sastra.

Wall, Victor Ido van de. 1928. de Nederlandsche Oudheden in de Molukken. Gravenhage: Martinus Hijhoff.

Turner, Jack. 2011. Sejarah Rempah: Dari Erotisme sampai Imprealisme. Jakarta: Komunitas Bambu.

Internet

Suratminto, L. 2011. “Runtuhnya Kejayaan Masyarakat Perkenier di Kepulauan Banda pada Masa Kolonial Hindia-Belanda”, diakses dari: http://fis.um.ac.id,, diakses tanggal 11 Juni 2016.




DOI: http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v8i2.76

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Patanjala Indexed by :

patanjala google schoolar 

ISSN: 2085-9937 (print)
ISSN: 2598-1242 (online)

@2017

Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License