PERJALANAN SEORANG PENGRAJIN TEROMPET DALAM KAJIAN SISTEM EKONOMI

Ria Intani Tresnasih

Abstract


Terompet identik dengan tahun baru. Kehadirannya di penghujung tahun tidak lain untuk  merayakan pergantian tahun. Fenomena ini sudah lama terjadi. Namun nyaris orang tidak tahu bagaimana kegiatan pengrajin terompet di belakang layar. Bagaimana pola produksi, pola distribusi, pola penyimpanan, dan pola konsumsi pengrajin terompet. Sehubungan dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem ekonomi seorang pengrajin terompet. Metode yang digunakan dalam penelitian  adalah metode kualitatif dengan hasil penelitiannya dituangkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat ini,  pembuatan terompet tidak  dimonopoli oleh tukang terompet itu sendiri. Ada bagian-bagian tertentu yang dihasilkan oleh orang lain yang sebagian darinya bersifat pabrikan. Distribusi ada tiga macam, dilakukan oleh penjaja terompet eceran, oleh grosir, dan  oleh pengrajin terompet itu sendiri. Adapun pola konsumsinya bersifat primer bagi sang pengrajin. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada satu mata rantai dalam pembuatan terompet, yakni antara percetakan, pengepul cones, distributor lem, toko grosir mainan, dan pengrajin terompet.

Kata kunci: pengrajin terompet, sistem ekonomi.



Keywords


pengrajin terompet, pola produksi, pola distribusi, pola penyimpanan, pola konsumsi

Full Text:

PDF

References


Laporan Penelitian, Jurnal

Intani T, Ria. “Tenun Gedogan Dermayon” dalam Jurnal Patanjala Vol. 2 No. 1 Maret 2010. Hlm. 35-47.

Munawaroh, Siti. “Mandiri dengan Ekonomi Kreatif” dalam Jurnal Sejarah dan Budaya Jantra Vol. V No. 9. Hlm. 762-771.

Satriadi, Yudi Putu. “Jarog dan Koja, Kantong Khas Baduy Mampu Meningkatkan Ekonomi Pengrajinnya” dalam Jurnal Patanjala Vol. 8 No. 1. Maret 2016. Hlm. 21-36.

Somantri, Ria Andayani. “Sistem Ekonomi Pengrajin Kelom Geulis di Gobras, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat” dalam Jurnal Patanjala Vol. 7 No. 3. September 2015. Hlm. 477-492.

Rusnandar, Nandang. “Seba, Puncak Ritual Masyarakat Baduy di Kabupaten Lebak Provinsi Banten” dalam Jurnal Patanjala Vol. 5 No. 1. Maret 2013. Hlm. 82-98.

Buku

Anonim. 1986.

Pedoman Pelaksanaan Teknis Kebudayaan. Depdikbud.

Garna, Yudistira K. 2009.

Metoda Penelitian Kualitatif. Bandung: The Judistira Foundation dan Primaco Akademika.

Harsojo. 1982.

Pengantar Antropologi. Bandung: Bina Cipta.

Makmur K., Ade., T. Dibyo Harsono, Ria Andayani S., Yuzar Purnama, H. Iwan Roswandi, Nina Merlina, Ali Gufron, Hary Ganjar Budiman. 2014.

Kajian Nilai Budaya Jatigede di Kabupaten Sumedang. Bandung: BPNB Bandung.

Saebani, Beni Ahmad. 2012.

Pengantar Antropologi. Bandung: Pustaka Setia.

Sumber Internet

http://pesantren-alihsan.org/sejarah-terompet-di-tahun-baru.html. Diakses Kamis, 2 Maret 2017, pukul 20.20 WIB.

http://terompettutorial.blogspot.co.id/2016/01/sejarah-terompet.html. Diakses Kamis, 2 Maret 2017, PUKUL 20.40 WIB.




DOI: http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v9i2.31

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Patanjala Indexed by :

patanjala google schoolar 

ISSN: 2085-9937 (print)
ISSN: 2598-1242 (online)

 

Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License