TRADISI MEMBANGUN RUMAH DALAM KAJIAN KEARIFAN LOKAL (STUDI KASUS PADA MASYARAKAT ADAT KAMPUNG DUKUH)

Rosyadi Rosyadi

Abstract


Abstrak

Keberadaan masyarakat adat di tengah arus modernisasi dan globalisasi dewasa ini oleh sementara orang dipandang sebagai suatu hal yang unik dan janggal. Di tengah arus globalisasi, di mana orang sibuk dengan konsep-konsep dan pemikiran modern, masyarakat adat berusaha untuk  tetap melaksanakan dan memelihara tradisinya. Melalui kajian-kajian antropologis terungkap bahwa tradisi-tradisi yang dikukuhi masyarakat adat tersebut ternyata sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal, khususnya di dalam konteks hubungan manusia dengan ligkungannya, baik lingkungan alam, sosial, dan lingkungan budaya. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian ini. Melalui penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif, penulis memaparkan berbagai fenomena alam, sosial dan budaya, apa yang dialami, diketahui, dilihat, dirasakan, dan dipikirkan oleh masyarakat adat Kampung Dukuh terhadap fenomena-fenomena alam dan kondisi geografis yang mereka hadapi sehari-hari. Fenomena-fenomena alam dan budaya ini diinterpretasikan dan kemudian melahirkan tradisi yang sarat dengan kearifan lokal. Tradisi ini juga mewarnai aktivitas membangun rumah di kalangan masyarakat Kampung Dukuh, mulai dari penggunaan bahan, ritual-ritual, dan pantangan-pantangan adat. 

 

Abstract

The existence of indigenous peoples in the midst of modernization and globalization recently viewed as a unique and awkward by some people. In the midst of globalization, where people are busy with the modern concepts and ideas, indigenous people seek to continue thetraditions implementation and maintaining. Through anthropological studies revealed that the traditions of the indigenous peoples turns loaded with the values of local wisdom, particularly in the context of human relationships with environment, natural environment, social and cultural environment. Those phenomena are the background to conduct this research. By employing a qualitative study using descriptive method, the author describes the various natural phenomena, social and cultural;also,what thing is experienced, known, seen, felt, and thought by the traditional villagers of KampungDuku toward natural phenomena and geographical conditions that they face daily. Natural phenomena and culture is interpreted and subsequently deliver to a tradition which is loaded with local knowledge. This tradition also colorthe activity of homes buildingin the community of KampungDukuh, ranging from the use of materials, rituals, taboos and customs.


Keywords


masyarakat adat, tradisi, kearifan lokal, arsitektur tradisional, Traditional village, traditions, local wisdoms, traditional architecture.

Full Text:

PDF

References


Makalah

Ahimsa Putra, Heddy Shri. 2007. “Peranan dan Fungsi Nilai Budaya dalam Kehidupan Manusia”. Makalah : disampaikan pada Pelatihan Tenaga Teknis Peneliti Kebudayaan – Direktorat Jenderal NBSF – Jakarta.

Budhisantoso, Subur. 1990. Term of Reference Perekaman Upacara Tradisional. Jakarta. Depdikbud.

Bustami, Abdul Latif.“Teknik Inventarisasi Kepercayaan Komunitas”. Makalah disajikan pada Bimbingan Teknis Pemetaan Komunitas Adat yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Nilai Budaya, Seni, dan Film Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sumedang, 16 Nopember 2011.

Kartawinata, Ade Makmur. (2009). “Keberadaan Masyarakat Adat di Tengah Arus Modernisasi”. Makalah yang disampaikan dalam Workshop dan Festival Komunitas Adat, diselenggarakan oleh BPSNT Bandung.

Buku

Abdul Majid.2011. Pendidikan Berbasis Ketuhanan. Bandung: CV Maulana Media Grafika.

Bagdan,R.C.& Wilken,S.R. 1986. Qualitative Research for Educational and introduction to Theory and Method. London: Allyn & Bacon Inc.

Budihardjo, Eko. 1987. Percikan Masalah Arsitektur, Perumahan, Perkotaan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Eka Permana, R. Cecep. 2010. Kearifan Lokal Masyarakat Baduy dalam Mitigasi Bencana. Jakarta: Penerbit Wedatama Widya Sastra.

Koentjaraningrat. 1983. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Penerbit PT Gramedia.

________. 1990. Pengantar Ilmu Antropologi. Cetakan ke-8. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Mitchell, Bruce, Bakti Setiawan, Dwita Rahmi. 2000. Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Singarimbun, Masri. 1988. Metode Penelitian Survei. Cetakan ke-9. Jakarta: LP3ES.

Sucipto, Toto. 1990. Kampung Dukuh: Tinjauan Etnografis dan Arsitektur Tradisional Rumah. Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung.

Surat Kabar

Johan Iskandar, “Mitigasi Bencana Lewat Kearifan Lokal”, Kompas, 6 Oktober 2009.

Sumber Intenet

Kleden, Emil. “Hak Masyarakat Adat: Ketegangan Antara Kewajiban Negara dan Realitas Kebutuhan: Studi Kasus Kasepuhan Sirnaresmi dan Citorek” , diakses dari http://www.scribd.com/doc/36105858/Riset-Hak-Masyarakat-Adat-Kasus-Kasepuhan-Naskah-Final tanggal 19 Agustus 2010.




DOI: http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v7i3.109

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Patanjala Indexed by :

patanjala google schoolar 

ISSN: 2085-9937 (print)
ISSN: 2598-1242 (online)

@2017

Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License