PERANAN SANGGAR DALAM MELESTARIKAN KESENIAN TRADISIONAL BETAWI

Yuzar Purnama

Abstract


Abstrak

Indonesia memiliki khasanah budaya yang relatif  banyak, salah satunya adalah kesenian tradisional. Kondisi real kesenian tradisional sekarang ini sebagian punah dan sebagian lagi  diujung kepunahan (hidup enggan mati tak mau). Upaya pelestarian yaitu perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan sudah dilakukan baik oleh pemerintah maupun  masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya perhatian terhadap wadah/tempat bernaung kesenian, sanggar. Tulisan ini mengupas peran sanggar dalam menjaga kelestarian kesenian tradisional, yang dibatasi pada sanggar yang terdapat di wilayah Betawi, dengan pertimbangan bagaimana kehidupan sanggar kesenian tradisional yang berada di wilayah paling modern di Indonesia. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan tentang korelasi sanggar dengan kesenian tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Penelitian didahului dengan studi pustaka, pengambilan data dengan observasi dan wawancara, dilanjutkan dengan klasifikasi data, analisis data, dan hasil. Kesimpulan penelitian adalah pentingnya eksistensi sanggar sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi kepunahan kesenian  khususnya kesenian topeng Betawi, topeng blantek, dan tanjidor. Peranan sanggar dalam kesenian tradisional adalah sebagai wadah/ tempat bernaung sejumlah seni budaya, sebagai media edukasi baik pendidikan maupun latihan, sebagai media hiburan bagi masyarakat sekitar dan peminat seni, sebagai tempat mengatur strategi seputar seni yang ditekuni sebagai tempat bersilaturahmi (berkumpul dan berdiskusi) dalam rangka mempererat persaudaraan.

 

Abstract

Relatively, Indonesia has many cultural treasures, one of them is a traditional art. Real conditionsof traditional art today partly extinct and partly at the threshold of extinction (reluctant live, but do not want todead). The preservation effort that is the protection, development and utilization has been done either by the government or the public. One reason is the lack of attention to the shelter of art, a studio. This writing examines the role of studios in preserving traditional art, which is restricted to the studio located in the region of Batavia, with consideration of how the life of a traditional art studio located in the most modern in Indonesia. The research aims is to gain the informationrelated to the traditional art studio. This study used a qualitative approach with descriptive research method. Proceeded by doing literature research and collecting data through observation and interviews, followed by data classification, data analysis, and data findings. The results showed that the importance of the existence of the studio as an effort to anticipate the extinction of Betawi art, especially art masks, masks Blantek, and tanjidor. The role of studios in the traditional arts isas a shelter of a number of arts and culture, as a medium of education both education and training, as a medium of entertainment for the local community and art enthusiasts, as a set strategy in the art that occupied as a place to stay in touch (get together and discuss) in order to strengthen the brotherhood.

 


Keywords


peranan sanggar, kesenian tradisional, Betawi, Studio roles, traditional cultures, Betawi.

Full Text:

PDF

References


Buku

Bachtiar, Wardi. 1997. Metode Penelitian Ilmu Dakwah. Pamulang Timur Ciputat: Logos Wacana Ilmu.

Ensiklopedi Nasional Indonesia, jilid 3 dan 16, 1989. Jakarta: Cipta Adi Pustaka.

Kahmad,Dadang. 2000. Metode Penelitian Agama, Perspektif Ilmu Perbandingan Agama. Bandung: Pustaka Setia.

Lasmiyati. 2002. Dinamika Kesenian Tanjidor dan Profil Sanggar Putera Mayangsari. Bandung : Mawar Putra Perdana.

Moleong, Lexy J. 1989. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Karya.

Setiati, Eni. 2009. Ensiklopedi Jakarta, 5, Jakarta Tempo Dulu, Kini, dan Esok. Jakarta: Lentera Abadi.

Internet

Al-hazmi, Nursabila. “Peran Sang-gar Seni dalam Menunjang Kegiatan Bim-bingan Edukatif pada Pameran Benda Budaya Koleksi Museum-museum di Papua” diakses dari

http://sabilaqueen.blogspot.com/2011/02/peran-sanggar-seni-dalam-menun jang.htdml, tanggal 13 Agustus 2015 pukul 10.00 WIB.

https://id.wikipedia.org/ wiki/ Sanggar, diakses tanggal 13 Agustus 2015 pukul 10.10 WIB.

http://www.jakarta.go.id/web/encyclopedia/detail/3343/Topeng-Betawi diakses tanggal 13 Agustus 2015, pukul 11.00 WIB.

http://Betawidijakarta. blogspot.com/2010/05/ topeng-blantek.html diakses tangga 13 Agustus 2015, pukul 11.24 WIB




DOI: http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v7i3.112

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Patanjala Indexed by :

patanjala google schoolar 

ISSN: 2085-9937 (print)
ISSN: 2598-1242 (online)

@2017

Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License