TEMPAT-TEMPAT KERAMAT DI KECAMATAN PANJALU KABUPATEN CIAMIS

Aam Masduki

Abstract


Abstrak

Dewasa ini bangsa Indonesia sedang berada di tengah-tengah kebudayaan yang sedang tumbuh dan berubah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Meskipun di tengah arus perkembangan yang sangat pesat  dalam segala aspek kehidupan, masih nampak bahwa ada masyarakat  yang masih kuat berpegang pada adat kebiasaan dan mentalitas para leluhur mereka tentang kepercayaan sebagai keyakinan dalam hidupnya yang diwujudkan melalui tindakan. Di antaranya pada waktu tertentu pergi atau berkunjung ke tempat-tempat keramat, misalnya makam-makam para leluhur yang dianggap keramat atau tempat-tempat yang dianggap mempunyai tuah dan sebagainya.Tempat-tempat keramat banyak ditemukan di semua daerah di Indonesia. Di tempat-tempat inilah masyarakat pendukung suatu kebudayaan mengekspresikan dirinya secara religius dengan beranekaragaman cara dan laku. Hal tersebut bisa dimengerti karena kepercayaan sebagai salah satu unsur kebudayaan, terdiri atas pola-pola sistematis dari keyakinan anggota masyarakat. Pola-pola tersebut sistematis karena manifestasinya teratur dalam kejadian maupun ekspresinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tempat-tempat keramat  serta mengungkap fungsi dan maknanya, agar masyarakat terutama generasi muda bisa  mengetahui dan memelihara tinggalan leluhur. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang melihat pada aspek nilai dan konsep berpikir pada masyarakat tersebut, serta penggalian data melalui observasi dan wawancara.

 

Abstract

Today the Indonesian nation was in the midst of a culture that is growing and changing in accordance with the development of science and technology.  While in the midst of rapid growth in all aspects of life, it appears that there are still people who still hold on to the customs and mentality of their ancestors of faith as belief in life created by the action. Among them at a certain time to go or visiting sacred places, such as the tombs of the ancestors that are considered sacred or places that are considered to have good luck and so on.  Sacred places are found in all regions in Indonesia. In places it is public support for a culture to express themselves religiously with various manner and behavior.  This is understandable, given the trust as one of the cultural elements, consisting of systematic patterns of society belief-pattern.The patterns are systematic, as a regular in the incidence of manifestations and expressions.  The purpose of this study was to identify sacred sites and reveals the function and meaning, so that people, especially younger generations can know and preserve the remains of ancestors.  This is a descriptive study using a qualitative approach that looks at the aspects of value and the concept of thinking in the community, as well as extracting data through observation and interviews.


Keywords


tempat-tempat keramat, Panjalu, Ciamis, sacred places, Panjalu, Ciamis.

Full Text:

PDF

References


Ahmad Mansur Suryanegara. “Seminar Menggali Nilai-Nilai Sejarah dan Budaya Panjalu”, Panitia Bersama Nyangku dan Festival, 9 Juni 2002.

Atja dan Saleh Danasasmita. 1981. Sanghiyang Siksa Kandang Karesian. Proyek Pengembangan Permuseuman, Bandung Jawa Barat.

Ekadjati, Edi S. et al. 1983. Wawacan Carios Munada. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebu-dayaan Direktorat Jenderal Kebu-dayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Bagian Proyek Penelitian dan Kebudayaan Nusantara.

_____. 1993/1994. Empat Sastrawan Sunda Lama. Riwayat Hidup, Riwayat Kepengarangan dan Konsep Sentral Karangan Mereka. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1990. Jakarta : Balai Pustaka.

Lembaga Basa & Sastra Sunda. 1975. Kamus Umum Basa Sunda. Bandung: Tarate.

Mustapa, R. H. Hasan. 1985. Adat Istiadat Orang Sunda. Bandung: Alumni.

Natapradja, Iwan. 2005. Wangsit dan Falsafah Sanghyang Borosngora Syeh Panjalu. Ciamis: Yayasan Borosngora

Rusyana, Yus. 1988/1989. Pandangan Hidup Orang Sunda (seperti Tercermin dalam Kehidupan Masyarakat Dewasa Ini) Tahap III. Bandung: Depdikbud.

Rosidi, Ajip. 1970. Carita Mundinglaya Di Kusumah. Bandung: Proyek Penelitian Pantun.

Sutrisno, Sulastin. 1981. Relevansi Filologi. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.




DOI: http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v6i3.176

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Patanjala Indexed by :

patanjala google schoolar 

ISSN: 2085-9937 (print)
ISSN: 2598-1242 (online)

@2017

Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License