TRITANGTU DI BUMI DI KAMPUNG NAGA: Melacak Artefak Sistem Pemerintahan (Sunda)

Agus Heryana

Abstract


Abstrak

Tritangtu di Bumi adalah sistem pemerintahan tradisional di tatar Sunda yang membagi kekuasaan dalam tiga peran yaitu Rama (Tuhan), Prabu (manusia), dan Resi (alam). Keberadaannya masih dapat dilacak di kampung-kampung adat, salah satunya adalah Kampung Naga. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi yang mampu menjelaskan secara rinci perihal perikehidupan masyarakat Kampung Naga. Di samping itu, penelusuran terhadap teks naskah-naskah Sunda Kuna masa pra-Islam telah memberikan informasi lengkap terdapat keberadaan konsep pemerintahan Sunda masa lampau. Tujuan penelitian ini adalah menemukenali prinsip-prinsip pemerintahan tradisional dalam kerangka memahami kepemimpinan orang Sunda. Kampung Naga dalam kesehariannya dewasa ini lebih kental dan menonjol unsur keagamaannya, yaitu agama Islam. Akibatnya adalah konsep tritangtu nyaris hilang dan tak dikenal lagi. Hasil penelusuran pada tatanan pemerintahan dan ‟artefak‟ fisik Kampung Naga ciri pemerintahan tradisional masih terlihat dalam bentuk lain.

 

Abstract

Tritangtu di Bumi (three-power on Earth)is a traditional Sundanese ruling system that divides power into three roles: Rama (God), prabu (human being), and resi (mother nature). The system can be traced to many kampung adat (villages that preserved traditional customs/adat), one of which is Kampung Naga. The author conducted a descriptive method in describing daily life of Kampung Naga’s society. Ancient Sundanese manuscripts are also studied in tracing concepts of pre-Islamic Sundanese ruling system. The purpose of the research is to rediscover traditional Sundanese ruling principles in order to understand leadership in Sundanese’s point of view. Islamic practices performed by Kampung Naga/s society today have made concept of tritangtu vanished, but the artifacts are still recognized.


Keywords


Tritangtu, rama, prabu, resi, leuweung (hutan), Kampung Naga, Tritangtu, god, human, nature, forest, Naga Village.

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Adimihardja, Kusnaka dkk. 1984. Sistem Kepemimpinan di dalam Masyarakat Pedesaan Daerah Jawa Barat. Depdikbud Ditjen Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional ------------------. 1986. Kesadaran Budaya Tentang Ruang Pada Masyarakat di Daerah Jawa Barat. Depdikbud Ditjen Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Ahman Sya,M,dkk. 2008. Sejarah Kampung Naga. Bandung: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat Balai Pengembangan Kemitraan dan Pelatihan Tenaga Kepariwisataan. Al-Bustomi, Ahmad Gibson. Kamis, 30 Januari 2003. Islam-Sunda Bersahaja di Kampung Naga .Pikiran Rakyat, Ayatrohaedi. 2002. Kepemimpinan Dalam Masyarakat Sunda Berdasarkan Naskah. Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung. --------------- 1987. Masyarakat Sunda Sebelum Islam: Data Naskah. Laporan penelitian untuk Lembaga Penelitian Universitas Indonesia. --------------- 2001. Nganjang ka Kalanggengan. Makalah disampaikan pada Konferensi Internasional Budaya Sunda. Bandung --------------- 2001. Asal usul Kebudayaan dan Perkembangan. Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Dirjen Kebudayaan Depdikbud. Djati Sunda, Anis.2002. (Makalah) Teuleu Tangtu Kepemimpinan Tradisional Masyarakat Adat Urang Rawayan dan Pancer Pangawinan. Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung. Danasasmita, Saleh. 1984. Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat, 4 jilid. Bandung: Proyek Penerbitan Sejarah Jawa Barat. Danasasmita, Saleh dan Anis Djatisunda. 1986. Kehidupan Masyarakat Kanekes. Bandung: Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda (Sundanologi) Ditjen Ke-budayaan Depdikbud Danasasmita, Saleh dkk. 1987. Sewakadarma, Sanghyang Siksa-kandang Karesian, Amanat Galunggung: Transkripsi dan Terjemahan. Bandung: Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda (Sundanologi) Ditjen Kebudayaan Depdikbud Garna, Judistira .1993. Budaya Daerah Sebagai Sumber Daya Dalam mengatasi arus modernisasi (makalah). Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Ditjen Kebudayaan Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional. Depdikbud Maria, Siti dkk. 1995. Sistem Keyakinan pada Masyarakat Kampung Naga dalam Mengelola Lingkungan Hidup (Studi tentang Pantangan dan Larangan). Jakarta: Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Dirjen Kebudayaan Murniatmo G. et al. (1987). Kehidupan Sosial Budaya Orang Naga, Salawu Tasikmalaya Jawa Barat. Ditjen Kebudayaan Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional, Yogyakarta. Maryaeni, 2005. Metode Penelitian Kebudayaan. Jakarta: Bumi Aksara. Sucipto, Toto. 2005, Masyarakat Adat, Kampung Adat, dan Kampung Khas. Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung. Suhandono, Soni dkk. 1996. Etnobotani orang seNaga - Tasikmalaya Jawa Barat: Suatu telaah Pemanfaatan Sumberdaya Hayati Tumbuhan. Bandung: ITB. Sumamihardja, A. Suhandi. 1984. Organisasi dan Struktur Sosial Masyarakat Sunda. Jakarta: Girimukti Pasaka. ----------------. 1991. Pola Hidup Masyarakat Indonesia. Bandung: Fasa Unpad ----------------.1991/1992.

Kesenian, Arsitektur Rumah dan Upacara Adat Kampung Naga Jawa Barat. Depdikbud Proyek Pembinaan Media Kebudayaan Ditjen Kebudayaan. Umsari, Oyon Sofyan dkk. (1985/ 1986). Bahasa Sunda Kampung Naga. Depdikbud Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Jawa Barat.

Kamus

Kamus Umum Basa Sunda. 1995. LBSS. Bandung: Tarate

Ensiklopedi Nasional Indonesia (ENI).1991. Jakarta: Cipta Adi Pustaka

http://dienyyusuf.com/2008/08/20/islam-sunda-bersahaja-di-kampung-naga/




DOI: http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v2i3.223

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Patanjala Indexed by :

patanjala google schoolar 

ISSN: 2085-9937 (print)
ISSN: 2598-1242 (online)

 

Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License