PERGULATAN PEMIKIRAN KIAI NAHDLATUL ULAMA DENGAN KAUM MODERNIS ISLAM DI JAWA BARAT (1930-1937)

Agung Purnama, Nina Herlina Lubis, Widyonugrahanto Widyonugrahanto

Abstract


Nahdlatul Ulama adalah organisasi bercorak Islam tradisional yang dibentuk pada tahun 1926 di Surabaya Jawa Timur. Selanjutnnya NU menyebar luas ke wilayah lain di Pulau Jawa. Sementara itu, Jawa Barat adalah sebuah wilayah yang pada dekade 1920-1930-an merupakan lahan subur tempat tumbuh dan berkembangnya organisasi Islam bercorak modernis Di sana banyak bermunculan tokoh-tokoh pembaharu yang “agresif” dalam berdakwah menentang amaliah-amaliah keagamaan masyarakat Islam tradisional. Oleh karena itu, ketika NU masuk ke Jawa Barat, sangat mungkin akan disertai “gesekan” dengan organisasi Islam modernis setempat. Dalam mengkaji permasalahan ini penulis menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahap; heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Jawa Barat kerap terjadi pergulatan pemikiran dalam masalah sumber penetapan hukum agama. Bagi para kiai NU taqlid kepada hasil ijma’ para ulama mazhab hukumnya boleh, tetapi bagi kaum modernis perilaku bermazhab adalah haram. Umat Islam wajib kembali kepada Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber hukum utama. Selain itu, yang menjadi topik perdebatan adalah permasalahan bid’ah atau sunnah-nya tradisi-tradisi keagamaan yang berkembang di masyarakat sejak lama.

Kata kunci: kiai NU, kaum modernis, pegulatan pemikiran, perdebatan, Jawa Barat.


Keywords


Sejarah

Full Text:

PDF

References


Arsip

HBNO. (1926). Statuten Perkoempoelan Nahdlatoel Oelama Fatsal 1926. Soerabaja

Buku

Anam, Choirul. (2010). Pertumbuhan dan Perkembangan NU. Surabaya: PT. Duta Aksara Mulia

Garraghan, Gilbert J.S.J. (1957) a guide to historical method. New York: Fordham University Press

Gottschalk, Louis. (2006). Mengerti Sejarah. Jakarta: UI Press

Haidar, M. Ali. (1994). Nahdlatul Ulama dan Islam di Indonesia, Pendekatan Fiqih dalam Politik. Jakarta: Gramedia

Herlina, Nina. (2015). Metode Sejarah. Yayasan Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Jawa Barat.

Iskandar, Mohammad. (2001). Para Pengemban Amanah, Pergulatan Pemikiran Kiai dan Ulama di Jawa Barat 1900-1950. Yogyakarta: Mata Bangsa

Ismaun. (2005). Pengantar Sejarah Sebagai Ilmu dan Wahana Pendidikan. Bandung: Historia Utama Press.

Ma’rif, Ahmad Syafii. (1996). Islam dan Politik Teori Belah Bambu Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965). Jakarta: Gema Insani.

Nasution, Harun. (1974). Islam ditinjau dari Berbagai Aspeknya, jilid 2. Jakarta: Bulan Bintang

Noer, Deliar. (1991). Gerakan Modern Islam di Indonesia. Jakarta: LP3

Nugroho, M. Yusuf A. (2012). Fiqih Al-Ikhtilaf NU-Muhammadiyah. Wonosobo: TP

Pijper, G.F. (1985). Beberapa Studi Tentang Sejarah Islam di Indonesia 1900-1950. Penerjemah Tudjimah dan Yessy Agusdin. Jakarta: UI Press

Renier, G. J. (1997). Metode dan Manfaat Ilmu Sejarah. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Ridwan, Kafrawi dkk. (2003). Ensiklopedi Islam JIlid 3. Jakarta: PT. Ichtiar Baru van Hoeve

Ritzer, George dan Goodman, Douglas J. (2010). Teori Sosiologi Modern. Terjemah oleh Alimandan. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup

Sjamsuddin, Helius. (2007). Metodologi Sejarah. Yogyakata: Ombak.

Zuhri, Saifuddin. (1979). Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia. Bandung: PT Ma’arif

Majalah

“Extra Nomor Debat Taqlied” dalam Al-Lisaan. No 1. 1 Syawal 1354/27 Desember 1935. Bandoeng

“Bagian debat” dalam Tjahja Islam. Jilid II. No. 3. Bulan Agustus 1930

“Bid’ah dholalah” dalam Pembela Islam. No. 7. Bulan April 1930.

“Oendangan dan Garis Besarnja N.O.” dalam Berita N.O. Tanggal 15 Juni 1937/6 Rabiul Awal. No. 16. Tahun ke-VI. Soerabaja.

“Openbare N.O. bagian A.N.O” dalam Al Mawa’idz. No. 38 Tanggal 23 September 1936: 571 tahun ke 4. Tasikmalaja.

“Openbare Vergadering N.O.” dalam Al-Mawa’idz, No. 51. Tanggal 18 Desember 1934. Tasikmalaja

“Perang Debat, Verslag Ringkas Debat di Betawi” dalam Al-Lisaan, No. 15. Tanggal 9 Dzulhijjah 1355 H/27 Februari 1937. Bandoeng

“Persatoean Islam di Tasikmalaja” dalam Al-Mawaidz. No. 9-10. Tanggal 26 Februari-5 Maret 1935. Tahun ke-3. Tasikmalaja

“Tabligh Oemoem N.O.” dalam Al-Mawaidz. No. 9-10. Tahun ke-3. Tanggal 26 Februari-5 Maret 1935. Tasikmalaja.

“Verslag Debat Taqlied Di Madrasah Al-Irsjad Gebang” dalam Al-Lisaan No. 9. Tanggal 7 Dzumadil Akhir/ 20 Agustus 1936. Bandoeng.

“Verslag Ringkes Openbare Debat Vergadering Kiai Nahdlatoel Oelama Tjirebon Contra Kiai Modern” dalam Tjahaja Islam. No. 28. Bulan Juni 1932.

Majalah Pembela Islam No. 7, bulan April 1930.

Surat Kabar

“Al-Islam Congres” dalam De Indische Courant, No. 40 Vol. 2. Tanggal 1 November 1922. Soerabaija

“Het Al Islam Hindia Congres” dalam De Indische Courant. No 104, Vol. 5. Tanggal 18 Januari 1926. Soerabaija

“Het Al Islam Congres” dalam Soerabaijasch Handelsblad. No. 298, Vol. 85. Tanggal 27 Desember 1937. Soerabaija

Hasib, Hasib, “Indonesia Ideal Menurut KH. Hasyim Asy’ar” dalam Republika Tanggal 20 Agustus 2015.




DOI: http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v9i2.34

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Patanjala Indexed by :

patanjala google schoolar 

ISSN: 2085-9937 (print)
ISSN: 2598-1242 (online)

@2017

Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License