REPRESENTASI MUSIK SEBAGAI SEBUAH IDEOLOGI DI PESANTREN DALAM FILM BAIK-BAIK SAYANG

Dzulfikar Al-anbiya, Aquarini Priyatna, R.M. Mulyadi

Abstract


Artikel ini membahas musik  di pesantren yang direpresentasikan sebagai sebuah ideology dalam film Baik-Baik Sayang.Perdebatan ideologi yang membolehkan dan melarang musik masih diperdebatkan di kalangan ulama dapat diargumentasikan sebagai manifestasi ideologi sebuah instansi pendidikan berbasis agama Islam tertentu. Perdebatan ideologi  tersebut direpresentasikan dalam film Baik-Baik Sayang dengan mengangkat cerita perjalanan sebuah band musik bernama Wali yang dibentuk di Pesantren La Tansa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan  konsep media representasi Stuart Hal dan kajian sinema. Penelitian ini menunjukkan bahwa film merepresentasikan musik sebagai ideologi secara biner. La Tansa dan Band Wali merupakan representasi ideologi yang membolehkan musik di pesantren. Ideologi yang berlawanan direpresentasikan melalui tokoh antagonis. Film juga merepresentasikan fenomena bentuk ideologi lain yang lebih negosiatif dalam sosok ayah Fa’ank.


This article explains music within pesantren, which is represented as an ideology in the movie Baik-Baik Sayang. Ideological debates about legalizing and prohibiting music among Muslim theologian can be argued as ideology manifestation from certain Islamic educational institute. Those ideology debates are represented in movie Baik-Baik Sayang that tells the story about a music band called Wali, which is formed within pesantren La Tansa. This research uses qualitative approach using the concept of media representation proposed by Stuart Hall and cinema studies. This research shows that movie representing music as ideology binary. La Tansa and Band Wali are the representation of ideology that legalizing music within pesantren. The contradiction ideology is represented by an antagonistic role. This movie also representing another ideology form, which is more negotiable within Ayah Fa'ank role

Keywords


ideologi, representasi, pesantren, musik.

Full Text:

PDF

References


Jurnal

Budiman, H. G. "Representasi Tentara dan Relasi Sipil-Militer dalam Serial Patriot" dalam Patanjala: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya Vol.10 No. 1. Maret 2018. Hlm 115-130.

Nurfaidah, R. "Konflik Internal Multikulturalisme dalam Film Good Bye Lennin". 2016, 5(2), 27. doi: 10.17510/paradigma.v5i2.55.

Poyk, S. D. M., & Pandjaitan, Y. A. "Representation of Indonesia in Wonderful Indonesia's Feeling is Believing Tourism Advertisement: a Critical Discourse Analysis". 2016, 6(1), 21. doi: 10.17510/paradigma.v6i1.84

Buku

Althusser, L. 2008.

On Ideology. London: Verso.

Azra, A. 1997.

Pesantren: Kontinuitas dan Perubahan. dalam N. Madjid (Ed.), Bilik-Bilik Pesantren. Jakarta: Paramadina.

Barker, C. 2004.

The Sage Dictionary of Cultural Studies. London: Sage Publication Ltd.

Dhofier, Z. 1994.

Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES.

Durham, M. G., & Kellner, D. M. 2001.

Media and Cultural Studies: Wiley.

Eagleton, T. 1991.

Ideology : an Introduction. London: Verso.

Hall, Stuart. 1995.

The Whites of Their Eyes: Racist Ideologies and the Media. dalam G. Dines & J. M. Humez (Eds.), Gender, Race and Class in Media: a text-reader. Thousand oaks: Sage.

________. 2003.

The work of representation. dalam S. Hall (Ed.), Representation: Cultural Representations and Signifying practices (hlm. 13-74). London: Sage.

Hammer, R., & Kellner, D. 2009. Media/cultural Studies: Critical Approaches: Peter Lang.

Majid, N. 1997.

Bilik-bilik pesantren : sebuah potret perjalanan. Jakarta: Paramadina.

Pratista, H. 2008.

Memahami Film: Homerian Pustaka.

Villarejo, A. 2006.

Film Studies The Basics. New York: Routledge.

Internet

Nagaswara. 2010. Wali Cetak Rekor dengan RBT. diunduh Tanggal 4 Juli pukul 22.30 WIB., 2018, dari http://www.nagaswara.co.id/berita/detail/4/wali-cetak-rekor-dengan-rbt

Siregar, A. S. 2011. Flick Review : Baik Baik Sayang. diunduh Tanggal 07 Agustus pukul 22.24 WIB, 2018, dari http://www.flickmagazine.net/review/501-baik-baik-sayang.html.




DOI: http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v10i3.432

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Patanjala Indexed by :

patanjala google schoolar 

ISSN: 2085-9937 (print)
ISSN: 2598-1242 (online)

@2017

Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License