JAROG DAN KOJA, KANTONG KHAS BADUY MAMPU MENINGKATKAN EKONOMI PENGRAJINNYA

Yudi Putu Satriadi

Abstract


Abstrak
Penelitian mengenai jarog dan koja, kantong khas Baduy ini membahas tentang sistem ekonomi pengrajin jarog dan koja. Penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang proses produksi sampai dengan peran aspek budaya dalam pembuatan jarog dan koja. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode kualitatif, dengan tahapan kerja meliputi: studi pustaka, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan jarog dan koja seluruhnya masih menggunakan pola tradisional sesuai dengan yang diwariskan oleh para orang tua sebagai pendahulu pembuatan jarog dan koja. Bahan yang digunakan berupa kulit pohon teureup yang dikeringkan dan dipilin menjadi tali kecil untuk dijalin menjadi kantong. Terjadi perluasan fungsi jarog dan koja. Kini, jarog dan koja bukan sekadar kantong untuk membawa keperluan sehari-hari orang Baduy melainkan menjadi cinderamata yang memiliki nilaiekonomis karenadibeli oleh orang luar Baduy.

 

Abstract
Research on the Jarog and Koja, typical Baduy pouch, is about the economic system of Jarog and Koja craftsmen. This research carries out to get an overview of the production process up to the role of cultural aspects in the Jarog and Koja manufacture. It is a descriptive study with qualitative methods with the phases of work includes literature review, interviews, andobservations. The results showed that the entire manufacturing process of Jarog and Koja still use the traditional pattern in accordance with ancestors’ inherit as a precursor of Koja and Jarog manufacture. The material used is dried teureup bark (Artocarpus elasticus) and twisted intosmall a rope and woven become bags. There is an expansion of Jarog and Koja function. Now, Jarog and Koja are not only a bag to carry groceries butalso souvenir of Baduy that has economic value because it was purchased by the outer of Baduy.


Keywords


jarog, koja, kantong baduy, ekonomi, pengrajin, jarog, koja, baduy pouch, economic, craftsmen.

Full Text:

PDF

References


Makalah, Jurnal

Ahimsa-Putra, H.S. “Tradisi/Adat Istiadat: Pemahaman dan Penerapannya”, Makalah dalam Diklat Tenaga Peneliti Tingkat Lanjutan, Direktorat Tradisi, Jakarta. 2007.

Andayani, Ria. “Sistem Ekonomi Pengrajin Kelom Geulis di Gobras, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat” dalam Jurnal Patanjala Vol. 7 No. 3. September 2015. Hlm. 477-492.

Intani, Ria. “Konsep Tata Ruang Rumah Tinggal Masyarakat Kuta Desa Karang Paningal Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis” dalam Jurnal Patanjala Vol. 5 No. 1. Maret 2013. Hlm. 68-81.

________.“Kesenian Badawang di Kecamatan Cibiru-Bandung” dalam Jurnal Patanjala Vol. 5 No. 1. Maret 2013. Hlm.186-197.

Kasnodihardjo. “Lebih Jauh Mengenal Metode Pengamatan” dalam Media Litbangkes Vol. II/No. 3/1992.

Rusnandar, Nandang. “Seba, Puncak Ritual Masyarakat Baduy di Kabupaten Lebak Provinsi Banten” dalam Jurnal Patanjala Vol. 5 No. 1. Maret 2013 Hlm.82-98.

________. “Tradisi Mendirikan Imah Gede dan Rumah Warga di Kasepuhan Sinar Resmi Kabupaten Sukabumi” dalam Jurnal Patanjala Vol. 7 No. 1. Maret 2015. Hlm. 97-112.

Buku

Darminto, Th.A. 1987. Aspek Seni Kriya dalam Arus Modernisasi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Departemen Pendidikan Nasional. 2013. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Umum.

Dinas Inkosbudpar Lebak. 2004. Tradisi Budaya Masyarakat Baduy dan Cisungsang serta Peninggalan Sejarah Situs Lebak Subedug. Lebak.

Harsojo, 1982. Pengantar Antropologi. Bandung: Bina Cipta.

Koentjaraningrat, 1990 Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: PT Gramedia.

________,1990. Sejarah Antropologi II. Jakarta: UIPress.

Saebani, Beni Ahmad. 2012. Pengantar Antropologi, Bandung: CV.Pustaka Setia

Sugih Biantoro, Genardi Atmadiredja. “Bidai:Seni Kriya Menembus Pasar Malaysia”, Emmed (edt) dalam Bunga Rampai Keraifan Lokal dan Lingkungan. 2013. Hlm. 73-88.

Suhada, 2003 Masyarakat Baduy dalam Rentang Sejarah. Serang: Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

Internet

www.biem.co/read/2015/05/18/98/sebabaduy-2015-menjaga-lingkungan-denganbudaya. Diakses tanggal 02 Januari 2016 Jam 19.00




DOI: http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v8i1.56

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Patanjala Indexed by :

patanjala google schoolar 

ISSN: 2085-9937 (print)
ISSN: 2598-1242 (online)

@2017

Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License